Shantou Yitong International Forwarding Co.Ltd.

Shantou Yitong International Forwarding Co.Ltd.

Panduan Pengangkutan Laut untuk Eksportir ke Thailand: Mengurangi Biaya dan Meningkatkan Perencanaan Pengiriman

2026 06/08

Thailand telah menjadi salah satu pusat manufaktur dan perdagangan terpenting di Asia Tenggara. Mulai dari barang elektronik dan mesin hingga furnitur dan barang konsumsi, volume kargo yang masuk ke negara ini terus meningkat setiap tahunnya.

Bagi eksportir, angkutan laut tetap menjadi metode pengiriman yang paling ekonomis. Namun memilih pelabuhan yang tepat, mode pengiriman, dan strategi pengiriman dapat memberikan perbedaan yang nyata baik dalam biaya maupun waktu transit.

Memilih Port yang Tepat Itu Penting

Salah satu kesalahan yang dilakukan banyak eksportir pemula adalah berasumsi bahwa semua kargo harus diangkut melalui pelabuhan yang sama.

 

Gerbang internasional utama Thailand meliputi:

Pelabuhan Laem Chabang

Pelabuhan Bangkok

Peta Pelabuhan Ta Phut

 

Laem Chabang menangani sebagian besar lalu lintas peti kemas internasional dan sering kali menjadi pilihan utama untuk pengiriman dalam jumlah besar.

Pelabuhan Bangkok dapat berguna ketika kargo ditujukan untuk bisnis yang berlokasi di atau sekitar ibu kota.

Sementara itu, Map Ta Phut terutama melayani kargo industri dan impor terkait manufaktur.

Memilih pelabuhan yang lebih dekat dengan tujuan akhir dapat mengurangi biaya transportasi darat nantinya.

Memahami Waktu Transit

Waktu transit tergantung pada pelabuhan keberangkatan dan jadwal kapal.

Waktu transit angkutan laut yang umum meliputi:

Shenzhen ke Thailand: 4–7 hari

Guangzhou ke Thailand: 5–8 hari

Ningbo ke Thailand: 7–10 hari

Shanghai ke Thailand: 8–12 hari

 

Angka-angka ini hanya mencakup transit laut. Perizinan bea cukai, penanganan terminal, dan angkutan truk darat dapat menambah beberapa hari tambahan.

Itu sebabnya importir berpengalaman biasanya merencanakan inventaris berdasarkan total waktu tunggu logistik, bukan hanya hari pelayaran.

FCL atau LCL?

Jawabannya tergantung pada volume kargo.

FCL (Full Container Load) umumnya cocok bila muatan dapat memenuhi sebagian besar kontainer. Hal ini mengurangi penanganan, menurunkan risiko kerusakan, dan seringkali memberikan biaya per unit yang lebih baik.

LCL (Less than Container Load) berfungsi dengan baik untuk pengiriman yang lebih kecil. Eksportir dapat berbagi ruang kontainer dengan pemilik kargo lainnya, sehingga pelayaran internasional lebih mudah diakses tanpa harus menunggu untuk mengisi seluruh kontainer.

Tarif pengiriman terendah tidak selalu merupakan pilihan termurah setelah biaya tujuan sudah termasuk.

Faktor Biaya Umum

Beberapa variabel mempengaruhi harga angkutan laut:

Musim pengiriman

Biaya tambahan bahan bakar

Ketersediaan kontainer

Dimensi kargo

Kemacetan pelabuhan

Inspeksi bea cukai

Banyak eksportir yang sangat fokus pada tarif angkutan laut. Pada kenyataannya, biaya lokal dan biaya pengiriman darat sering kali mempunyai dampak yang sama besarnya terhadap biaya akhir pengiriman.

 

#SeaFreightThailand
#Pengiriman Thailand
#Ekspor Ke Thailand
#Pengiriman Kontainer
#Pengangkutan Laut
#Pengiriman Barang
#LCLPengiriman
#FCLSipping
#Logistik Global
#Perdagangan Internasional